RANGKUMAN CISCO CCNA 2 CHAPTER 1
HIERARKI JARINGAN KOMPUTER
Gambar Packet Tracer 6.2
Topologi Tree (pohon)
Dijaringan ini saya mendapatkan hardware dari client, seperti:
1. 2 buah Router.
2. 2 buah Switch multilayer.
3. 9 buah Switch.
4. 30 buah Hosts.
5. Dan pada hardware tambahan adalah Access Point.
Dijaringan ini saya membuat jaringan sesuai pada hirarki switching. Pada hirarki switching itu membutuhkan 3 layer, yaitu:
Apa saja yang dimaksud 3 layer itu...!!
A. CORE LAYER
Layer Core atau lapisan inti merupakan tulang punggung (backbone) jaringan. Contoh dalam jaringan hirarki layer core berada pada layer teratas. Layer Core bertanggung jawab atas lalu lintas dalam jaringan. Dalam lapisan ini data – data diteruskan secepatnya dengan menggunakan motode dan protokol jaringan tercepat (high speed). Misalnya fast ethetnet 100Mbps, Gigabit Ethetnet, FDDI atau ATM. Pada lalulintas data digunakan swicth karena penyampaiannya pasti dan cepat.
Dalam lapisan ini tidak boleh melakukan penyaringan / filter paket data karena memperlambat transmisi data dan tidak mendukung wordgroup. Untuk toleransi kesalahan digunakan peralatan jalur ganda . Oleh sebab itu swicth dikonfigurasikan dengan menggunakan Spanning Tree Topology dimana dapat diciptakan jalur ganda tanpa harus memiliki resiko terjadi lingkaran jaringan.
Pada layer ini bertanggung jawab untuk mengirim traffic secara cepat dan handal. Tujuannya hanyalah men-switch traffic secepat mungkin (dipengaruhi oleh kecepatan dan latency). Kegagalan pada core layer dan desain fault tolerance untuk level ini dapat dibuat sebgai berikut :
Yang tidak boleh dilakukan :
1. Tidak diperkenankan menggunakan access list, packet filtering, atau routing VLAN.
2. Tidak diperkenankan mendukung akses workgroup.
3. Tidak diperkenankan memperluas jaringan dengan kecepatan dan kapasitas yang lebih besar.
Yang boleh dilakukan :
1. Melakukan desain untuk keandalan yang tinggi ( FDDI, Fast Ethernet dengan link yang redundan atau ATM).
2. Melakukan desain untuk kecepatan dan latency rendah.
3. Menggunakan protocol routing dengan waktu konvergensi yang rendah.
B. DISTRIBUTION LAYER ( LAPISAN DISTRIBUSI)
Layer Distribusi disebut juga layer workgroup yang menerapkan titik kumunikasi antara layer akses dam layer inti. Fungsi utama layer distribusi adalah menyediakan routing, filtering dan untuk menentukan cara terbaik unutk menangani permintaan layanan dalam jaringan. Setelah layer distribusi mentukan lintasan terbaik maka kemudian permintaan diteruskan ke layer inti. Layer inti dengan cepat meneruskan permintaan itu ke layanan yang benar.
Layer distribusi diterapkan kepada setiap fakultas yang memiliki beberapa jurusan untuk menghubungkan beberapa jurusan-jurusan yang ada kedalam satu workgroup. Dalam lapisan ini diadakan pembagian atau pembuatan segmen-segmen berdasarkan peraturan yang dipakai dalam perusahan atau universitas, dimana jaringan dibagi pada setiap workgroup.
Penyaringan /filter data dalam lapisan ini akan dilakukan untuk pembatasan berdasarkan collison domain, pembatasan dari broadcast dan untuk keamanan jaringan. Pada Layer distibusi VLAN juga dibuat untuk menciptakan segmen - segmen logika. Layer ini mendefinisikan daerah dimana manipulasi paket data (packet manipulation) dapat dilakukan.
Fungsi Distribusi Layer antara lain adalah:
· Address atau Area Jaringan LAN (Local Area Network).
· Akses ke Workgroup ata Departemen.
· Mendefinisikan Broadcast/multicast domain.
· Routing dari Virtual LAN (VLAN)
· Titik temu beberapa media berbeda yang digunakan didalam jaringan.
· Keamanan.
· Titik dimana Akses secara Remote ke Jaringan dapat dilakukan.
C. ACCESS LAYER
Layer ini disebut layer desktop. Layer akses mengendalikan akses pengguna dengan workgroup ke sumber daya internetwork. Desain Layer akses diperlukan untuk menyediakan fasilitas akses ke jaringan. Fungsi utamanya adalah menjadi sarana bagi suatu titik yang ingin berhubungan dengan jaringan luar.Terjadi juga Penyaringan / filter data oleh router yang lebih spesifik dilakukan unutk mencegah akses ke seuatu komputer .Jarak. Setiap kali sebuah paket melalui router disebut sebagai sebuah hop. RIPv2 mengirimkan semua routing tabel ke router-router tetangganya yang terhubung secara langsung berkomunikasi maka pada tiap router tersebut perlu diterapkan konfigurasi protokol routing sehingga paket yang dikirimkan oleh setiap router sampai ke tujuan.
Pada layer ini menyediakan aksess jaringan untuk user/workgroup dan mengontrol akses dan end user local ke Internetwork. Sering di sebut juga desktop layer. Resource yang paling dibutuhkan oleh user akan disediakan secara local. Kelanjutan penggunaan access list dan filter, tempat pembuatan collision domain yang terpisah (segmentasi). Teknologi seperti Ethernet switching tampak pada layer ini serta menjadi tempat dilakukannya routing statis.
Fungsi Access Layer antara lain:
· Shared bandwidth
· Switched bandwidth
· MAC layer filtering
· Microsegmentation
Dijaringan ini saya ingin menggunakan kabel Fiber Optic tetapi pada cisco packet tracer tidak ada port untuk kabel Fiber Optic, maka dari itu saya menggunakan kabel UTP tetapi port-nya menggunakan GigabyteEthernet. Akan tetapi walaupun menggunakan kabel UTP dengan port-nya menggunakan GigabyteEthernet, itu kecepatannya sama seperti menggunakan kabel Fiber Optic.
Apa saja kekurangan dan kelebihan kabel UTP ..!!??
1) Kekurangan kabel UTP:
a) Mudah terkena interfensi elektromagnetic.
b) Kabel mudah terkelupas.
c) Tidak cocok untuk skala besar.
2) Kelebihan kabel UTP:
a) Haraganya murah.
b) Diameternya yang lebih kecil dari kabel STP, membuat kabel ini dalam instalasi jaringan.
c) Kabel yang lebih flexibel dari kabel STP, karena tidak ada pelindung alumunium foil yang menyelubungi kabel.
Jaringan saya ini mengutamakan kecepatan dan backup data yang bagus. Jaringan ini bagus karena jaringan ini memakai kabel UTP yang dimasukan pada port GigabyteEthernet kecepatannya seperti memakai kabel fiber optic. Jaringan ini backup datanya bagus karena bila ada jalur yang terputus data tersebut masih bisa mengirim atau menerima data karena dijaringan ini banyak sekali jalan bila salah satu jaringan ada yang terputus.
Dan topologi yang saya gunakan yaitu topologi tree (Pohon) adalah topologi yang terbentuk dari gabungan topologi bus dan star. Topologi tree disebut juga dengan pohon karena dilihat dari rangkainnya yang bercabang-cabang dan bertingkat-tingkat. Topologi Tree terbentuk dari dari beberapa topologi star yang kemudian dihubungkan dengan topologi Bus. Komputer-komuter dihubungkan ke hub, sedangkan hub lainnya dihubungkan sebagai jalur tulang panggung.
Topologi Tree (Pohon) disebut juga sebagai jaringan bertingkat. Topologi ini umumnya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah sedangkan hirarki yang tinggi berada pada lokasi yang tinggi.
Kelebihan dan Kekurangan Topologi Tree (Pohon)
1. Kelebihan/Keuntungan Topologi Tree
- Mudah mengembangkan menjadi jaringan luas
- Mudahnya mendeteksi kerusakan atau kesalaahan
- Manajemen data yang baik
2. Kekurangan/Kelemahan Topologi Tree
- Kinerja yang lambat
- Hub menjadi peran penting
- Menggunakan biaya yang banyak karena menggunakan banyak kabel dan hub
- Jika komputer yang ada di tingkat tinggi mengalami masalah, maka komputer yang dibawahnya juga mengalami masalah
Dan ini adalah subnetting dari jaringan yang diatas:
NA:10.11.12.0
FH:10.11.12.1
LH:10.11.12.14
BA:10.11.12.15
NA:10.11.12.16
FH:10.11.12.17
LH:10.11.12.30
BA:10.11.12.31
NA:10.11.12.32
FH:10.11.12.33
LH:10.11.12.38
BA:10.11.12.39
NA:10.11.12.40
FH:10.11.12.41
LH:10.11.12.42
BA:10.11.12.43
NA:10.11.12.44
FH:10.11.12.45
LH:10.11.12.46
BA:10.11.12.47
NA:10.11.12.48
FH:10.11.12.49
LH:10.11.12.50
BA:10.11.12.51
NA:10.11.12.52
FH:10.11.12.53
LH:10.11.12.54
BA:10.11.12.55
NA:10.10.10.0
FH:10.10.10.1
LH:10.10.10.6
BA:10.10.10.7
Note:
1) Bila gambar atas ada simbol ini .1 itu sama saja dengan 10.11.12.1 bila ada simbol .2 itu adalah 10.11.12.2 dan seterusnya.


Komentar
Posting Komentar